PENDANGAN ISLAM
MENGENAI FALSAFAT
Falsafah cukup
mendapat tempat dan posisi penting dalam islam dnegan beberapa kenyataan. Dalam
sejah islam pernah mencul filosof-filosof muslim yang terkenal seperti
Al-Faraby, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan lain-lain. bahkan mereka ini dianggap
sebagai mata rantai yang menghubungkan kembali falsafah yunani yang pernah
menghilang dibarat dan berkat jasa-jasa kaum muslimin maka falsafah tersebut
dapat dikenal kembali oleh orang-orang barat.
Terdapat sejumlah
ayat-ayat Al-Qur’an yang mendorong pemikiran-pemikiran filosofis. Tetapi
meskipun islam memberikan tempat yang layak bagi hidupnya dan berkembangnya
falsafah namun islam menilai bahwa falsafah itu hanyalah merupakan alat belaka
dan bukan tujuan. Falsafah dapat digunakan untuk memperkokoh kedudukan islam,
umpamanya dapat dijadikan sebagai jalan untuk memperkuat eksistensi Alllah SWT.
Diakui pula
bahwa kebenaran falsafah ebrsifat nisbi
dan spekulatif . nisbi artinya
relatif dan tidak mutlak kebenarannya, spekulatif artinya kebenaran bersifat
spekulatif dan tidak dapat dibuktikan secara empiris. Jika tidak perlu melihat
falsafah sebagai momok yang menakutkan tetapi ia harus dipelajari dengan baik.
Melalui falsafah
orang dapat sampai pada keyakinan atau sekurang-kuerangnya pengetahuan tentang
adanya Tuhan. Tetapi sebaiknya dengan falsafah, orang bisa lari pada kekafiran
dan pengabadian Tuhan. Dengan demikian, falsafah itu dapat dianadikan sebagai pisau
tajam yang bermata dua, yang dapat dimanfaatkan tetapi kalau salah
menggunakannya dapat membahayakan. Falsafah yang dapat membawa kepada keimanan
hanyalah falsafah yang mendalam. Sedangkan orang yang setengah-setengah belajar
falsafah, cenderung membawa dirinya kepada kekafiran.
Sumber: Djamal, murdi.
1997. Islam untuk disiplin ilmu filsafat.
Jakarta:E.M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar